Tag Archives: Suhu Rumah Panas

Faktor Penyebab Suasana Rumah Panas dan Pengap

Suasana Rumah PanasSuasana rumah sangat dominan mempengaruhi kenyamanan dalam menempatinya. Sejatinya, suasana rumah yang sejuk dapat membuat diri menjadi betah, begitu pula sebaliknya jika suhu rumah terasa panas dan pengap pastinya sangat tidak nyaman. Bukan hanya di siang hari, saat malam hari pun suasana rumah tidak jauh berbeda. Perlu diketahui bahwa selain adaptasi dengan lingkungan baru, suasana rumah yang panas dan pengap juga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut:

Atap rumah dari seng

Ada banyak pilihan untuk atap rumah, di antaranya genteng tanah liat, beton, metal, abses, sirap, ijuk, dan seng. Dari banyak jenis atap rumah tersebut, yang termasuk memiliki suhu panas cukup tinggi adalah seng. Seng tidak dapat memantulkan cahaya matahari secara maksimal tetapi meresap ke dalam atap dan menembus ke dalam ruangan sehingga menimbulkan suhu yang relatif panas dan pengap. Sekalipun telah dilengkapi dengan penggunaan alat elektronik untuk mendapatkan suhu yang dingin, tapi panasnya atap akibat sinar matahari tidak begitu ternetralisir secara efektif. Itulah sebabnya, mengapa atap rumah merupakan bagian penting dipertimbangkan jika ingin membangun sebuah rumah agar suasana rumah yang didapat nyaman.

Plafon amat rendah dan luas ruangan terlalu kecil

Menggunakan plafon memang banyak untungnya, selain membuat tampilan rumah tampak lebih rapi dan indah, juga dapat meminimalisir debu-debu yang masuk ke dalam rumah. Namun, hal yang juga harus diperhatikan dalam pemasangan plafon adalah ketinggian plafon. Plafon yang amat rendah dapat membuat suasana rumah menjadi pengap karena panasnya trik matahari memiliki suhu yang tinggi dapat menembus ruangan. Ketinggian plafon yang ideal adalah 4 hingga 7 meter, sedangkan bila di bawah 3 m, ketinggian plafon sudah rendah. Begitu pula halnya dengan luas ruangan, bila terlalu kecil maka akan sumpek terlebih bila dipenuhi oleh banyak peralatan. Jika memang kondisi ruangan terlalu sempit, usahakan agar dapat mengatur ruangan sebaik mungkin, larikan peralatan yang tidak terpakai, hal ini sangat memungkinkan untuk mendapat keleluasaan sekaligus menyiasati ruangan yang sempit menjadi terlihat luas.

Ventilasi udara yang minim

Ventilasi atau tempat keluar masuknya angin juga menjadi salah satu hal yang dapat mempengaruhi suasana ruangan. Jika ventilasi udara sangat sedikit dan tidak dimanfaatkan dengan baik, tentu peluang masuknya udara sangat kecil sehingga sirkulasi udara yang terhambat membuat suasana rumah menjadi pengap. Penggunaan ventilasi udara juga memungkinkan agar ruangan mendapat cahaya penerangan yang cukup di siang hari karena pastinya bila menggunakan listrik akan menimbulkan suasana yang juga panas bahkan bisa membuat biaya listrik menjadi membludak. Untuk itu, perlu menambah ventilasi udara jika memang ventilasi jumlahnya sedikit, namun bila jumlahnya banyak maka harus dimanfaatkan semaksimal mungkin agar sirkulasi udara menjadi lancar.

Lingkungan gersang

Yang juga menjadi faktor dominan mempengaruhi kondisi rumah panas dan pengap adalah lingkungan. Lingkungan yang gersang tidak dapat memantulkan cahaya matahari sehingga suhu panas menjadi melekat dan menyengat. Oleh sebab itu, banyak orang memanfaatkan lingkungan sekitar rumah untuk dibuat tanaman hias agar dapat menjadikan suasana rumah sejuk tanpa AC (Air Conditioner) dan meminimalisir rasa panas. Jadi, untuk dapat meminimalisir rasa panas dan pengap harus berupaya menanam tanaman hijau di sekitar rumah, baik itu tanaman hias rumput, bunga, maupun pepohonan.

Susana rumah yang panas dan pengap dapat membuat diri menjadi serba salah, bahkan istirahat pun terasa tidak nyaman. Dengan mengetahui penyebabnya maka masalah tersebut dapat diatasi dan mendapatkan rumah yang sejuk nan nyaman.